6 Tips Mudah Merawat Tanaman saat Musim Hujan

masa hujan janganlah resah, tannyamanmu sanggup senantiasa nyaman dengan cara-cara ini

Musim hujan sebagai tantangan khusus guna para pemilik tumbuhan. setengah orang bisa jadi merasa gembira kala periode hujan akibat perihal itu mempermudah mereka dalam mengasuh tumbuhan yang memanglah memerlukan banyak air, tapi gimana guna tumbuhan yang tidak mesti air banyak sanggup senantiasa aman kala periode hujan?

Hasil riset yang ditulis dalam situs pertanian.jogjakota.go.id berkata kalau air hujan ada isi asam yang sanggup menciptakan susunan parafin pada daun rusak.

Kerusbakal pada daun bakal menyebabkan nutrisi di dalamnya sirna, akibatnya tumbuhan tidak akan sanggup bertahan kepada kondisi dingin, hama serangga, penyakit jamur.

1. Perhatikan drainase pada pot tanaman

Perhatikan drainase atau saliran air pada tanaman. Musim hujan membuat curah air yang diberikan pada tanaman menjadi lebih banyak dari biasanya.

Pilihlah pot yang memiliki lubang di bawahnya agar ketika tanaman menerima banyak air, ia akan dengan cepat dapat mengalirkan air pada lubang drainase yang ada.

Meskipun pot sudah memiliki saluran air atau lubang drainase, pastikan lagi lubang tidak tersumbat oleh tanah yang keras. Hal tersebut mengakibatkan pembusukan terhadap akar. Bersihkan lubang dari pertumbuhan akar yang melebar.

2. Merawat tanah dengan baik

Ratakan tanah pada tanamanan. Usahakan jangan biarkan tanah menjadi terlalu padat dan basah. Bersihkan rumput-rumput yang ada di sekitar tanaman juga perlu dilakukan.

Perlu diingat bahwa tanah yang terlalu padat tidak baik untuk tanaman, apalagi ketika musim hujan ia akan menghalangi aliran air pada lubang drainase.

3. Cacing tanah sebagai sahabat tanaman

Musim hujan merupakan momen yang buruk bagi cacing karena mereka akan kekurangan oksigen dan udara dalam tanah, namun pada musim ini justru menjadi kebahagiaan tersendiri untuk beberapa petani dalam menyuburkan tanah.

Pada musim hujan, secara umum cacing akan berkembang biak. Maka dari itu, carilah binatang ini lalu sebarkan pada tanah sekitar tanamanmu. Menaruh cacing pada lubang atau saluran air sangat tidak disarankan.

4. Memotong daun dan cabang yang mati

Jika mendapati tanaman memiliki daun dan cabang yang tidak bisa lagi tumbuh atau mati, jangan dibiarkan begitu saja. Pemotongan pada daun dan cabang dilakukan untuk menjaga kesehatan pada tanaman.

Bagian yang busuk pada tanaman jika tidak segera dihilangkan dapat menyebarkan serangan jamur ke bagian tanaman yang lain. Maka dari itu, usahakan rajin-rajinlah untuk melihat apakah tanamanmu memiliki daun yang kuning atau cabang yang mati, jika ada segera lakukan pemangkasan secara rutin.

Untuk lebih waspada lagi, bisa melakukan pemangkasan secara rutin sebelum mengetahui musim hujan untuk tetap berjaga-jaga. Perlu diketahui bahwa pemangkasan yang dilakukan pada musim hujan justru mengakibatkan tanaman terkena atau terinfeksi jamur.

5. Hindari memberi pupuk pada musim hujan

Pemberian pupuk pada tanaman di musim hujan hanya akan mengakibatkan tanaman mati. Namun tidak halnya dengan pemberian pupuk kompos atau pupuk organik.

Ada hal lain yang bisa dilakukan selain memberikan pupuk kompos dan organik, yaitu dengan menyemprotkan NPK ke daun tanaman. NPK diibaratkan sebagai makanan untuk tanaman agar tetap bertahan hidup dan sehat selama musim hujan.

Teknik ini membuat tanaman lebih cepat menyerap pupuk yang disemprotkan ke daunnya.

6. Tempatkan tanaman sesuai karakternya

Terlebih dahulu penting sekali untuk memahami karakter tanaman di rumah atau di kebun. Ada baiknya saat musim hujan tanaman yang berkarakter tanaman indoor dikeluarkan untuk mendapat kelembapan.

Jika tanaman sudah dikeluarkan selama seminggu, maka tempatkan lagi tanaman indoor tadi di dalam rumah. Tidak perlu untuk meletakan selamanya di luar selama musim hujan, karena kelembapan yang diterima secara berlebihan juga tidak baik untuk tanaman.